coooLLL

coooLLL

Selasa, 25 Desember 2012

Industri Pestisida




Definisi bahan baku pestisida
Bahan aktif adalah senyawa kimia yang mempunyai efek pestisida, yakni efek meracuni atau efek biologi lainnya. Misalnya sebagai penarik, pengusir dsb. Nama umum bahan aktif adalah CARBOFURAN. Salah satunya adalah Atraktan yaitu zat kimia yang baunya dapat menyebabkan serangga menjadi tertarik. Sehingga dapat digunakan sebagai penarik serangga dan menangkapnya dengan perangkap
Pestisida tersusun dari unsur kimia yang jumlahnya tidak kurang dari 105 unsur. Namun yang sering digunakan sebagai unsur pestisida adalah 21 unsur.
Unsur atau atom yang lebih sering dipakai adalah carbon, hydrogen, oxigen, nitrogen, phosphor, chlorine dan sulfur. Sedangkan yang berasal dari logam atau semi logam adalah ferum, cuprum, mercury, zinc dan arsenic
Ada beberapa jenis pembasmi hama , yaitu:
Insektisida: Pembasmi serangga.
Herbisida: Pembasmi tanaman pengganggu.
Fungisida: Pembasmi jamur.
Rodentisida: Pembasmi binatang pengerat.
Akarisida: Pembasmi tungau.
Bakterisida: Pembasmi bakteri.
Larvasida: Pembasmi larva

Perkembangan bahan baku pestisida
         Bahan aktif pestisida yang merupakan derivatif atau produk turunan minyak bumi saat ini ikut terimbas naik, sehingga mendongkrak harga bahan baku produk itu.
          
         Di negara produsen glifosat, seperti China, India dan Eropa, harga komoditas tersebut sudah meningkat tinggi. Selain itu juga terjadi kelangkaan produk, sedangkan Indonesia sangat membutuhkan produk tersebut.
         Sejak Kenaikan harga minyak bumi hingga melebihi US$90 per barel menjadikan bahan aktif pestisida terutama glifosat naik dari sebelumnya US$2,9 per kilogram menjadi US$7,4.
        
         Glifosat banyak digunakan untuk memproduksi herbisida atau pembasmi rumput dan gulma yang saat ini permintaannya tinggi di sektor perkebunan     
         Harga pestisida yang menggunakan bahan aktif glifosat seperti herbisida naik sekitar 10-15 persen. Sedangkan pestisida lain sekitar 5-10 persen.
         Sekitar 90 persen kebutuhan bahan baku untuk produk pestisida masih diimpor. Sedangkan, sisanya 10 persen telah ada yang mampu memproduksi di dalam negeri.
         Kemungkinan kedepan banyak industri yang awalnya membuat bahan aktif untuk pestisida beralih menjadi pembuat bahan formulasi karena sulit didapatkan dan mahalnya bahan baku pembuatanya.
Ardi Wijanarko

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar